Parlementaria

Pansus DPRD Bahas Hasil Uji Petik, Soroti Integrasi Sistem hingga Pengelolaan Sampah

TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) DPRD terus menindaklanjuti hasil uji petik lapangan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam rapat yang digelar, lima OPD ditetapkan sebagai sampel evaluasi, dan dua di antaranya telah selesai dibahas.

Wakil Ketua Pansus, Markus Minggu, menjelaskan bahwa pembahasan difokuskan pada sejumlah isu krusial, mulai dari integrasi sistem informasi hingga pengelolaan sampah.

“Rapat hari ini menindaklanjuti hasil uji petik di lapangan. Dari lima OPD yang menjadi sampel, dua sudah kita bahas. Salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait sistem pengolahan sampah,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Selain DLH, Pansus juga menyoroti peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam integrasi sistem informasi antar-OPD. Pansus mendorong agar seluruh OPD memiliki sistem yang terintegrasi dan dapat diakses publik melalui satu portal.

Dalam rapat tersebut, Pansus juga melakukan uji coba langsung terhadap sejumlah website OPD. Hasilnya, akses dinilai cukup baik dan terbuka bagi masyarakat.

“Kita uji coba membuka beberapa website, dan dari tiga sampel yang kita cek, semuanya aman dan bisa diakses. Artinya masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan mudah,” jelasnya.

Di sektor pariwisata, pembahasan turut mencakup pemanfaatan kawasan wisata Ratu Intan di Pantai Amal serta gedung Tarakan Art and Convention Center (TACC). Pemerintah disebut tengah berupaya menarik investor untuk mengelola kawasan tersebut.

Menurutnya, strategi yang kini ditempuh adalah menawarkan investasi berbasis kawasan atau per blok, bukan lagi dalam satu paket besar.

“Kalau ditawarkan satu kawasan besar, cukup berat. Maka sekarang dibagi per blok agar lebih menarik bagi investor,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan appraisal sebagai dasar penawaran investasi, dan proses penjajakan disebut sudah berjalan.

Kendati demikian, Pansus menekankan pentingnya realisasi konkret dari setiap rekomendasi yang dihasilkan, bukan sekadar menjadi catatan tahunan.

“Kita tidak ingin rekomendasi hanya berulang setiap tahun tanpa ada peningkatan. Harus ada eksekusi nyata,” tegasnya.

Pembahasan akan dilanjutkan dengan fokus pada isu lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, sebelum seluruh hasil dirangkum dalam laporan resmi kepada DPRD.

“Hari ini kita targetkan lima OPD selesai dibahas. Setelah itu, hasilnya akan dilaporkan ke DPRD untuk dibahas lebih lanjut dan dirumuskan menjadi rekomendasi,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button