Wabup Bulungan Dorong Program MBG Menjangkau Wilayah Terpencil
BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mendorong percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi anak-anak sekolah yang berada di wilayah terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T).
Hingga saat ini, program MBG baru menjangkau lima dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan. Lima kecamatan tersebut yakni Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas Timur, dan Tanjung Palas Utara.
Sementara lima kecamatan lainnya masih menunggu penyelesaian pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kesiapan operasional.
Hal tersebut terungkap dalam audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kelas I Kalimantan Utara (Kaltara) Badan Gizi Nasional (BGN), Harjito B, bersama Wakil Bupati Bulungan, Kilat, dan jajaran Pemkab Bulungan di Ruang Rapat BKAD, Rabu (4/11/2026)
Dalam pertemuan itu, Harjito menjelaskan, saat ini terdapat 14 SPPG yang tersebar di lima kecamatan. Rinciannya, delapan unit di Tanjung Selor, dua unit di Tanjung Palas, satu unit di Tanjung Palas Barat, dua unit di Tanjung Palas Timur, dan satu unit di Tanjung Palas Utara.
Ke depan, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 68 unit SPPG apabila seluruh pembangunan dan persiapan operasional selesai. Dari proyeksi tersebut, terdapat 44 SPPG untuk wilayah terpencil dan delapan unit di kawasan aglomerasi atau permukiman padat.
Harjito juga mengungkapkan, dari 14 SPPG yang telah tersedia, baru 10 unit yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara sertifikat halal masih belum terpenuhi pada dua unit, masing-masing di wilayah Tanjung Palas Timur dan Tanjung Selor.
“Namun pada prinsipnya semuanya sedang dalam proses penyelesaian. Kami terus mendorong yayasan serta mitra agar segera menyelesaikan,” ujarnya.
Selain pemerataan penerima manfaat, BGN juga menyoroti kesiapan rantai pasok bahan pangan lokal. Menurut Harjito, program MBG seharusnya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pemanfaatan hasil produksi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha di daerah.
Karena itu, Pemkab Bulungan diharapkan ikut memastikan ketersediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan seluruh SPPG.
“Jangan sampai kebutuhan bahan baku harus didatangkan dari Tarakan, Malinau maupun Tana Tidung, padahal sebenarnya bisa dipenuhi dari Bulungan. Ini tantangan bagi kita semua, khususnya pemerintah daerah, untuk memastikan dan memenuhi kebutuhan SPPG yang ada di Bulungan,” katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam audiensi, penerima manfaat MBG di Bulungan mencapai 49.857 orang atau sekitar 64 persen. Kecamatan Tanjung Selor menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni sekitar 20 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 ribu orang atau sekitar 93 persen telah terlayani.
Sementara itu, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menyampaikan apresiasi atas audiensi sekaligus terbentuknya kantor wilayah BGN di Kaltara sekitar dua pekan lalu.
Ia berharap keberadaan kantor tersebut dapat mempercepat koordinasi dan pemerataan pelaksanaan program MBG di Bulungan.
Kilat juga menekankan pentingnya menjangkau anak-anak sekolah di wilayah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan. Pemkab Bulungan melalui perangkat daerah terkait berharap program tersebut tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi dapat dirasakan secara merata hingga kecamatan terpencil.
Percepatan pembangunan dapur SPPG dan kesiapan distribusi menjadi bagian penting agar manfaat program pemenuhan gizi tersebut dapat menjangkau seluruh sasaran di Bulungan. (*)



