Tarakan

Batu Bara Terbakar di Halaman Rumah Warga Karang Anyar, Lurah Khawatir Api Merembet

TARAKAN – Kebakaran batu bara yang ditemukan di halaman rumah warga Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, menjadi perhatian pemerintah setempat. Lokasi kebakaran yang berada di tengah kawasan permukiman padat dan dekat fasilitas pendidikan dikhawatirkan menyimpan potensi bahaya lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Lurah Karang Anyar, Lendro Kurniawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) serta menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, informasi mengenai kebakaran batu bara itu baru diterima pada pagi hari sebelum dirinya turun langsung ke lokasi. Setelah mengetahui kondisi tersebut, pihak kelurahan segera berkoordinasi agar tim teknis dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah penanganan.

“Kami berharap karena ini dekat permukiman warga, jadi supaya bisa segera diatasi, supaya tidak merembet ke mana-mana. Karena membahayakan warga sekitar juga,” ujarnya.

Lendro menjelaskan, titik kebakaran berada persis di belakang kawasan permukiman warga. Selain rumah penduduk, lokasi tersebut juga berdekatan dengan fasilitas pendidikan sehingga membutuhkan perhatian serius dari instansi yang memiliki kewenangan teknis.

Ia mengkhawatirkan kondisi batu bara yang terbakar tidak hanya terjadi di bagian permukaan. Sebab, luas dan kedalaman titik panas di bawah tanah belum diketahui secara pasti sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Khawatirnya kelihatannya kecil, tapi ternyata di bawah sudah meluas. Khawatirnya seperti itu,” jelasnya.

Ketua RT 63 Karang Anyar, Lukman, membenarkan, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali ditemukan di lingkungan permukimannya. Ia mengatakan laporan awal berasal dari warga yang mendapati batu bara masih aktif terbakar di sekitar rumahnya.

Setelah menerima laporan, Lukman menyampaikan informasi melalui grup koordinasi komando pemadam kebakaran. Menurutnya, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi dalam waktu kurang dari satu jam.

“Langsung tidak sampai satu jam sudah ditindaklanjuti ke sini, dicek lokasi, terus sambil koordinasi-koordinasi beberapa waktu ini,” ungkap Lukman.

Meski laporan telah diteruskan, warga masih menunggu hasil pemeriksaan tim teknis untuk mengetahui bagaimana kondisi batu bara yang terbakar dan langkah penanganan yang memungkinkan dilakukan. Lukman mengatakan pihak RT belum mengetahui kedalaman titik panas maupun metode penanganan yang tepat.

Lendro menegaskan, pihak kelurahan berperan mengoordinasikan dan menyampaikan informasi kejadian kepada instansi terkait. Ia berharap pemeriksaan segera dilakukan agar potensi bahaya dapat diketahui dan warga di sekitar lokasi memperoleh kepastian mengenai langkah penanganannya. (*)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button