PKD VI Tarakan Resmi Ditutup, Wali Kota Khairul Tekankan Pentingnya Merawat Keberagaman Budaya
TARAKAN — Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) VI Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan kegiatan yang menjadi ruang ekspresi dan pelestarian kebudayaan masyarakat Kota Tarakan itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., di Kawasan Wisata Berkampung, Senin (24/8/2026).
Penutupan PKD VI turut dihadiri Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is beserta istri, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tarakan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan kementerian/lembaga, perangkat daerah, instansi vertikal hingga sejumlah paguyuban.
Selama sepekan pelaksanaan, PKD VI menghadirkan beragam kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya masyarakat Tarakan. Mulai dari pameran kebudayaan, atraksi seni, hingga Festival Jepen dan Tari Kreasi Nusantara.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan rangkaian PKD VI Tahun 2026.
Menurutnya, keberlangsungan kegiatan kebudayaan seperti PKD memiliki arti penting bagi Kota Tarakan yang dihuni masyarakat dengan latar belakang etnis dan budaya yang beragam.
“Harapan kita, kegiatan seperti ini terus menjadi wahana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Tarakan,” ujarnya.
Ia menilai keberagaman budaya bukan sekadar identitas masing-masing kelompok masyarakat, tetapi juga menjadi kekuatan yang dapat mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Budaya yang kita miliki harus terus dijaga, dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi berikutnya,” lanjutnya.
Rangkaian penutupan PKD VI kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang Pawai Festival Iraw Tengkayu, Festival Jepen dan Tari Kreasi Nusantara.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah peserta yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan PKD VI Tahun 2026.
Dengan berakhirnya pelaksanaan PKD VI, Pemerintah Kota Tarakan berharap semangat pelestarian budaya tidak berhenti pada momentum kegiatan tahunan, tetapi terus tumbuh melalui keterlibatan masyarakat dan generasi muda.
Keberagaman seni dan budaya yang ditampilkan selama pelaksanaan PKD diharapkan menjadi bagian dari identitas Kota Tarakan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat. (*)



