Tarakan

Ansor Tarakan Dukung Skema Rotasi Pimpinan Baznas, Nilai Kebijakan Wali Kota Adil

TARAKAN – Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tarakan, Muhammad Zaid Hadi, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah Kota Tarakan terkait penunjukan dan skema kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan.

Menurutnya, keputusan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keselarasan antara Baznas dan pemerintah daerah.

“Kalau kami ya sangat menyetujui lah keputusan itu karena biar bagaimanapun ini kan harus sinkron dengan pemerintah daerah kan. Karena salah satu perangkat Baznas ini juga lembaga yang sangat strategis sekali di daerah kita,” ujar Zaid, Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan, peran Baznas tidak hanya terbatas pada aspek sosial, melainkan turut berkontribusi dalam membantu berbagai persoalan masyarakat di Kota Tarakan.“Karena bukan hanya masalah sosial, tapi hampir seluruh kemasalahan di Tarakan itu bisa dibantu oleh Baznas,” tambahnya.

Zaid juga menilai strategi Wali Kota Tarakan dalam menerapkan sistem rotasi kepemimpinan sebagai langkah untuk menjaga kondusivitas di internal.

“Nah, strategi yang digunakan oleh Pak Wali Kota kenapa supaya tidak ribut di kalangan bawah ini, karena beberapa pimpinan-pimpinan Baznas ini kan sudah mewakili dari berbagai kalangan di ormas Islam itu tersendiri,” jelasnya.

Ia menyebut, skema rotasi tersebut memungkinkan seluruh pimpinan merasakan posisi ketua secara bergantian selama masa jabatan lima tahun.

“Nanti ketua yang sekarang, tahun depan bisa berganti lagi gitu, supaya semua merasakan untuk memimpin Baznas,” katanya.

Terkait penunjukan Haji Syamsi Sarman sebagai ketua, Zaid menilai hal itu didasarkan pada pengalaman yang dimiliki.“Pertimbangan beliau kenapa harus Pak Syamsi yang memimpin karena beliau sudah berpengalaman, sudah berapa periode di Baznas kota kan,” ujarnya.

Ia juga menyebut keberadaan figur senior lain sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi pimpinan yang baru.

“Ada dua senior kita di situ kan, ada Pak Haji Syamsi Sarman, ada Pak Kiai Haji Anas, nah yang tiga kan baru. Artinya supaya yang lain juga belajar bagaimana cara memimpin Baznas itu,” jelasnya.

Zaid turut menyinggung dinamika internal yang sempat terjadi, khususnya terkait pelaksanaan pleno awal.

“Memang sempat di awal begitu setelah ada pleno ya di beberapa pimpinan kami di lembaga dan banom di NU itu sudah mengucapkan selamat kepada kiai kami yang terpilih sebagai ketua Baznas,” ungkapnya.

Namun, ia menyebut proses tersebut sempat berjalan sebelum kehadiran kepala daerah, sehingga menuai masukan dari sejumlah tokoh.

“Karena kepala daerah kita lagi ada agenda di luar daerah, jadi menunggu beliau hadir dulu barulah pleno itu bisa dilaksanakan. Tapi kok tiba-tiba ada pleno, nah itu yang sempat dikasih masukan oleh beberapa orang tua kita,” katanya.

Kendati demikian, ia memastikan seluruh pimpinan Baznas yang baru telah mencapai kesepakatan.

“Pada prinsipnya semua sudah dipanggil dari lima pimpinan yang baru saja dilantik ini sudah bersepakat memang semuanya muaranya ke Pak Syamsi Sarman sebagai ketua Baznas,” tegasnya.

Zaid menilai, kebijakan yang diambil Wali Kota Tarakan mencerminkan kepemimpinan yang adil dan inklusif.“Yang kami menilai itu sebagai pemimpin kan sudah mengatur secara adil ya untuk semua pimpinan yang ada di Baznas kota,” tutupnya. (sct/bcn)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button